Rabu, 15 Maret 2017

Liburan ke SG, JB & KL (Part 2)

Lanjut ke postingan part 2. 

Hari 4
Setelah kemarin menghabiskan waktu di Resort World Sentosa, hari ini saatnya kami ke Johor Bahru. Kebetulan hari ini kakak saya berulang tahun, jadi kami belikan kue cokelat di Bread Talk dekat sini malam sebelumnya. Sesudah tiup lilin, saya dan Mama ke bawah ke daerah sekitar Lake of Dreams nyari sarapan. Disini ada Din Tai Fung dan kami berdua rencananya mau makan disana, tapi masih tutup restorannya. Akhirnya pilihan jatuh ke sejenis Fast Food versi chinese, namanya Ruyi. Disana kami pesan bakpao, gyoza, bihun goreng dan nasi ayam untuk take away. Rasanya ternyata lumayan enak dan harganya juga murah.
(Atas) Bihun Goreng dan (Bawah) Bakpao Chasio

Setelah makan dan beres-beres, mobil jemputan kami sudah datang di lobby. Mobilnya ada dua, yang satu agak besar (biayanya $120) dan satunya seperti Kijang Innova ($80). Perjalanan kami ke Johor Bahru lancar jaya. Saat lewat imigrasi pun kita cukup menyerahkan paspor ke supir dan supirnya nanti yang berkoordinasi dengan petugas imigrasi. Selang beberapa waktu kemudian, kami sampai di Legoland Hotel. Hotel anak-anak pikir saya, karena dimana-mana isinya anak-anak yang lagi main lego. Ratenya sekitar 2,6 juta per malam dan kami pesan 2 kamar. Karena belum bisa check-in, kami akhirnya naik taksi lagi ke Puteri Harbour buat makan siang. Makan siangnya di Old Town White Coffee, restoran yang udah menjamur di Malaysia.
Legoland Hotel, ada internet service yang free
Atas : Makanan di Old Town White Coffee (Teh Tarik, Nasi Lemak dan Coffee)
Bawah : Puteri Harbour, ada dermaga dan banyak pohon rindang di sekitarnya

Sesudah makan siang, kakak saya mau ngajak anak-anaknya main ke Sanrio Hello Kitty Town yang letaknya memang di sekitar sana. Saya, papa, mama dan kakak ipar gak ikutan masuk, kita duduk-duduk aja di kafe sekitar Hello Kitty Town. Ternyata touring mereka di dalam sana tuh lama, sekitar 3 jam kemudian baru selesai. Lalu kita beli nomor dulu di minimarket sekitar sana dan nyari shuttle bus buat balik ke hotel.
Atas : Kamar bertema Kingdom di Legoland Hotel
Bawah : Makanan kami di salah satu chinese food restaurant dekat hotel (mie tomyam, mie dengan daging bebek dan bakso ikan)

Sampai di hotel, kita uda bisa check-in dan langsung masuk ke kamar. Kamar kami ada di lantai 3, temanya Kingdom alias kerajaan. Kamarnya sih gak begitu luas, hanya saja tempat tidurnya memang banyak. Ada 1 double bed, 1 bunk bed dan 1 kasur yang bisa dikeluarin dari kolong bunk bed. Jadi kira-kira 5 orang bisa tidur di dalam kamar ini dengan nyaman tanpa perlu desak-desakkan.
Kamar mandi disini cukup unik karena ada dua jenis wastafel, satu ukuran normal dan satu lagi buat anak-anak. Pas di unit saya pintu WC-nya agak eror gitu, susah dikunci. Di room ini juga ada Treasure Box yang bisa dibuka kalau kodenya dipecahkan. Kodenya berupa kombinasi 4 digit angka yang mana ada clue untuk menebak setiap angkanya. Saya sih tentu bisa pecahin kodenya, di dalam treasure box-nya ada 2 figur mini tokoh lego dan sticker set. Lumayan kan. Oh iya, setiap kamar disini udah include free breakfast untuk 3 orang dewasa (anak-anak free) dan free wifi juga. Meskipun hotel anak-anak, ternyata wifinya kenceng banget. IMHO, Hotel Legoland ini recommended banget buat keluarga yang punya anak-anak kecil.

Malamnya kita nyari makan di sekitar hotel dan akhirnya nemuin chinese food restaurant yang jualannya mie.  Chinese restaurantnya jadul gitu, tapi makanannya oke dan murah juga. Selesai makan kita belanja bentar di mini market lalu balik ke hotel buat istirahat.

Hari 5
Hari ini kita awali dengan sarapan di Bricks Family Restaurant. Meskipun ada ketentuan jumlah orang per kamar, kita tetap masuk semua dan gapapa tuh hehe. Sarapan kita gak lama-lama banget, karena belum mandi semua jadi kita harus buru-buru. Restaurant-nya ramai banget, makanannya variatif dan enak-enak. Yang paling saya sukai croissant disana, karena lembut banget dan masih hangat.
Breakfast at Bricks Family Restaurant

Sekitar jam 10, kita uda sampai di pintu masuk Legoland dan antri buat masuk ke dalam. Paket yang kita ambil hanya Theme Park-nya saja, gak include Water Park. Sama seperti amusement park pada umumnya, Legoland juga dibagi menjadi beberapa section. Ada Miniland (miniatur bagunan/tempat terkenal di Asia yang disusun dari Lego), Observation Tower, Lego Studios, Lego Star Wars Miniland, Lego Kingdoms (area bermain), Lego City Stage (nonton Ninja Go disini), selain itu kita juga naik Lego Express yang muterin sebagian Legoland. Sebenarnya areanya masih banyak, hanya saja saya gak cobain semuanya.


Kiri bawah : Makan siang di Legoland, Lasagna dan Nasi Lemak
Kanan bawah : Makan malam di kota JB, yang sempat diabadikan kamera

Makan siangnya kami makan di Market Restaurant dan Asian Deli. Makanan disana standar ya, pilihan paling aman tetap nasi lemak seharga MYR 20. Karena kita datangnya pas Idul Fitri, jadi di seantero Legoland diputerin lagu-lagu hari raya berbahasa melayu. Meskipun pada hakikatnya Legoland adalah taman bermain anak-anak, tapi orang dewasa sebaiknya sempatkan juga main kesini. Legoland di Malaysia ini masih satu-satunya di seantero Asia dan Australia, jadi worth it banget buat dikunjungi jika kalian datang ke Johor Bahru.

Sore sekitar jam 17.00 kami balik ke hotel. Ternyata pas sampai di unit, kamar kami sedang dibersihkan oleh petugas cleaning-nya.  Untung gak lama kemudian mereka selesai, jadi kita bisa masuk dan mandi buat siap-siap makan malam. Malamnya kita makan di restoran chinese food yang katanya terkenal di kota JB. Sepanjang perjalanan saya bisa lihat ada banyak kampus internasional disini serta apartemen/gedung pencakar langit yang sedang dalam tahap pembangunan. Kota JB ternyata sangat berkembang dan lebih maju dibandingkan perkiraan saya sebelumnya.

Hari 6
Pagi-pagi setelah sarapan, kami bergegas packing dan check-out menuju  Senai International Airport. Selanjutnya kami akan terbang ke Kuala Lumpur dengan pesawat Air Asia. Entah kenapa pada perjalanan kali ini saya merasa tidak seperti sedang naik pesawat tapi naik bis. Mungkin karena pesawatnya penuh sesak dan banyak barang bawaan penumpang dalam bentuk dus-dus gitu ya. Perjalanan udara kali ini hanya 55 menit dan kami mendarat di KLIA 2. Setelah klaim bagasi, kami makan siang dulu di restoran jepang di bandara dan segera ke bus stop buat naik bis ke Genting Highlands.

Perjalanan dengan bis ini agak horor karena jalanan ke Genting Highlands itu berkelok kelok meskipun jalannya udah mulus dan beraspal. Bus kami seringkali belokkannya tajam, jadi buat kita agak was-was. Sebelumnya kan pernah ada kecelakaan juga dengan rute yang sama, karena supir bis-nya kebut-kebutan. Akhirnya gak berapa lama kemudian, kami sampai di First World Hotel dengan selamat. Kamar yang kami pesan disini kecil banget, karena kamar jenis itu yang tersisa. Gak ada AC dan kamar mandi-nya benar-benar sempit. Tapi kasurnya sendiri masih lumayan bisa buat tidur nyenyak. Untuk makan malam, kami take-away di salah satu foodcourt di mall (di bawah hotel itu mall). Setelah itu kita terbagi menjadi beberapa rombongan berdasarkan keinginan, ada yang mau jalan-jalan muterin mall, ada yang mau main casino, ada yang mau tidur di kamar gak kemana-mana. Di lantai paling atas mall ini ada Nike Factory Outlet yang ramai banget. Kami sempat membeli beberapa sepatu disini, sampai diusir penjaga tokonya karena sudah mau tutup wkwkwk.

Hari 7
Sarapan pagi kali ini kami ke foodcourt yang sama seperti malam sebelumnya. Ternyata mereka udah buka dan kita mutusin buat makan di tempat. Sesudah sarapan, kita check-out dan naik van yang sudah dipesan sebelumnya (MYR 300) buat ke KLCC. Pas di tengah perjalanan, kita dimampirin ke Cocoa Boutique (toko aneka cokelat) dan kita beli beberapa buat stok di rumah dan oleh-oleh. Lanjut jalan lagi dan akhirnya kita sampai di hotel terakhir kami, Double Tree by Hilton di tengah kota KL. Hotelnya ini persis di atas Mall Intermark, jadi buat urusan cari makan atau belanja gak susah. Siangnya saya langsung ke bawah buat beli Subway di Mall. Lalu balik lagi ke kamar buat tidur sebentar. Kamarnya sendiri bagus dan luas, kamar paling nyaman yang pernah saya tempati sepanjang liburan ini.
Kanan bawah : Durian Musang King yang terkenal itu

Malamnya sesudah istirahat sebentar, kita lanjut jalan-jalan naik shuttle bus gratis ke Pavilion KL. Kami makan di Madam Kwan yang menurut saya rasa makanannya biasa aja. Kita lanjut lagi jalan kaki di trotoar sekitar mall untuk ketemu teman kakak saya yang mengantarkan kami ke tempat durian Musang King berada. Durian Musang King itu durian khas daerah sini yang harganya cukup mahal. Setelah puas makan durian yang menurut saya juga biasa, kita balik ke hotel naik taksi.
Madam Kwan Menu

Hari 8
Pagi ini kita langsung turun ke bawah untuk sarapan. Menu sarapan pagi di Double Tree by Hilton ini standar hotel berbintang, lengkap dan banyak. Dari segi rasa, menurut saya masih lebih enak sarapan kami di Legoland Hotel. Makanan disini agak bland dan kurang menarik bagi saya.
Breakfast di Hotel

Makan siang di Pao Xiang, Bak Kut Teh

Siangnya kita habiskan buat jalan-jalan untuk kedua kalinya di Pavilion KL. Belanja-belanja sepanjang hari yang menurut saya juga bisa dilakukan di Mall di Jakarta. Makan siang kami juga disini. Untuk makan siang, kami makan di bak kut teh Pao Xiang yang kurang direkomendasikan oleh kami. Karena bosan disini lama-lama, akhirnya kita balik lagi ke hotel dan muterin Intermark Mall. Kita makan malam di salah satu restaurant ala barat disini yang surprisingly harganya murah-murah banget dan rasa makanannya enak. Banyak bule yang juga makan disini. Saya sendiri gak inget namanya, tapi lokasinya ada di dekat supermarket di lantai bawah Mall. Awalnya sih kami mau beli makanan instant di supermarket (seperti mie) buat makan malam, tapi karena selisih harganya gak jauh dengan harga makanan restoran dan kita harus repot lagi buat masak, akhirnya gak jadi opsi itu. Oh iya setiap malam selama saya menginap di KL, papa mama saya ke Genting bolak-balik buat main casino disana. Pastinya ada bis yang melayani pulang pergi dari KLCC ke Genting, tapi saya gak tau bus apa itu.
Makan malam kami di Intermark Mall (Fish and Chips, Chicken Burger, Tuna Pizza dan Lamb Pasta) dan (pojok kanan bawah) Signature Cookies dari Double Tree by Hilton

Hari 9
Hari terakhir liburan kami. Setelah sarapan, kami langsung packing dan check-out. Sebelum keluar hotel, saya minta free cookies dari resepsionis buat makan di jalan. Cookiesnya ini emang free dan uda jadi signature Double Tree by Hilton. Pas sampai di bandara, saya sempatkan juga beli oleh-oleh (cokelat) yang belum sempat terbeli sebelumnya. Finally, kami terbang dengan pesawat Garuda Indonesia dan tiba di Jakarta sore harinya.

Selasa, 14 Maret 2017

Liburan ke SG, JB & KL (Part 1)

Kali ini saya mau share pengalaman liburan lebaran tahun 2016 lalu ke Singapore-Johor Bahru-Kuala Lumpur. Lama banget ya pengalaman setahun lalu baru dishare sekarang. Ya karena koleksi fotonya masih ada jadi sekalian dibikinin ceritanya juga. Liburan kali ini cukup berbeda karena satu keluarga kami ikut semua (alias komplit). Kami liburan mulai tanggal 2-10 Juli 2016, total 9 hari. Meskipun status saya saat itu masih karyawan kontrak, untunglah masih dikasih ijin cuti buat liburan.

Hari 1
Saya, adik dan kedua orangtua saya naik pesawat LCC Jet Star dari Soetta Jakarta, take-off jam 10 pagi. Kami mendarat di Changi Singapore jam 12 siang. Rombongan lainnya naik Singapore Airlines, hanya selisih satu jam setelah kami terbang. Selama menunggu di airport, kami makan Burger King yang lokasinya deket banget dengan pool taksi. Setelah mereka sampai, kita pindah lagi ke KFC karena keponakan-keponakan saya (balita semua) belum makan siang. Akhirnya setelah semua kenyang, kita langsung ke pool taksi lagi buat pesen taksi ke hotel kami di Hard Rock Resort World Sentosa. Karena kita bawa koper cukup banyak, jadi opsi naik MRT gak bisa. Satu cab taxi sekitar $20 dari Bandara ke Hotel, karena kami pesan 3 cabs jadi semuanya $70an.

Pas sampai di hotel, kita langsung check-in untuk 3 kamar. Hanya 1 kamar yang include breakfast (buat keponakan-keponakan saya sarapan) sementara 2 kamar sisanya enggak. FYI, disini wifinya dicharge per gadget per jam, sekitar $3 (mahal juga). Makanya kami lebih pilih beli nomor dan paket internet di 7-eleven karena masih lebih murah.

Sore harinya setelah beres-beres, kami pergi nonton Wings of Time di beach view, sambil makan Old Chang Kee. Tiket Wings of Time ini $18 per orang. Pertunjukkannya sendiri mulai sekitar jam 19.30 lewat, ternyata keren juga, karena kita akan disuguhi efek laser, kembang api serta permainan cahaya yang mengiringi petualangan 2 anak serta burung api raksasa. Malamnya setelah show berakhir, kita makan malam di Streats. Decoration tempatnya bagus dan cozy tapi sayang makanannya kurang enak. Makanannya sendiri kebanyakan makanan khas melayu seperti Nasi Goreng dan Mee Tek Tek, dan itu semua dibanderol cukup mahal.

Makan Malam kami di Streats
Hari 2
Pagi-pagi setelah bangun, kita nyari sarapan di sekitar hotel. Restoran yang kami sambangi PappaMia di Lobby Festive Hotel. Makanannya halal, jadi cocok buat kebanyakan travelers. Harga makanannya sekitar $10 biasanya udah termasuk minum (coffee/tea/orange juice). Rasa makanan disini (seperti bihun goreng dan nasi lemaknya) lumayan enak dan mengenyangkan.

Atas : swimming pool di Hard Rock Sentosa
Bawah : Makan pagi di PappaMia
Setelah semua sudah sarapan pagi, kita lanjut ke Universal Studio Singapore jam 10an. Orangtua saya gak ikut karena mereka gak kuat jalan jauh-jauh apalagi cuacanya lagi panas banget. Mereka muter-muterin area sekitar hotel dan lanjut main di casino, sementara kita main-main di USS sampai sore.

Bicara soal atraksi, saya sendiri gak sempat naik semua wahana disini. Ukuran USS ini sebenarnya gak terlalu besar jadi untuk muter-muter masih bisalah seharian. Atraksi yang saya coba cuma beberapa, diantaranya TRANSFORMER The Ride, New York : Lights, Camera, Action!, Show WaterWorld, Far Far Away : Shrek 4-D Adventure dan menonton pertunjukkan on the street sejenis parade maskot-maskot USS.  Yang paling saya rekomen alias wajib dicoba adalah TRANSFORMER The Ride , karena mungkin di taman bermain lain akan susah ditemukan wahana sejenis ini. Tapi overall, karena saya udah pernah ke sini pas soft opening di tahun 2010, jadinya kemarin gak terlalu excited buat naik banyak wahana.


Soal makanannya, di USS ada banyak pilihan. Tapi tetap saja pilihan makanan saya jatuh ke sejenis Junk Food, Goldilocks (di area Far Far Away). Satu paket gitu isinya ada ayam goreng, kentang goreng dan kue sejenis mantau. Harganya $13 per pack, jauh lebih mahal dibanding KFC disini. Rasanya enak sih dan bikin kenyang banget. Saya juga sempat nyoba Es Krim Ben & Jerry seharga $5. Panas-panas gitu memang paling pas makan es krim 😁.


Sore harinya sekitar jam 17.00 kami udah balik ke hotel dan mandi. Malamnya kita jalan lagi buat makan malam di Putien RWS. Makanan yang disajikan rata-rata makanan chinese. Rasanya enak-enak dan porsinya juga besar. Ada satu menu yang wajib dicoba, yaitu Stir-fried Yam. Itu sejenis ubi-ubian yang dipotong dadu dan digoreng tepung plus ditaburin bumbu khas mereka. Rasanya enak banget dan emang terkenal banyak dipesan oleh pengunjung Putien. Selesai makan, kita balik lagi ke hotel buat istirahat.

Hari 3
Hari ini kita mau ke rumah sakit buat medical check-up papa saya di National University Hospital (NUH). Dari Hotel, kita naik Sentosa Express ke Mall Vivo City. Dari Vivo City baru deh naik MRT menuju ke stasiun dekat NUH, Kent Ridge.

Di sana papa, mama dan kakak saya di rumah sakit nunggu queue buat consultation dan tebus obat. Sementara saya dan adik-adik makan di kantin, jalan-jalan ke NUS, duduk-duduk di Starbucks nungguin yang periksa dokter selesai. Akhirnya sekitar jam 12.00 semuanya selesai, kita naik MRT lagi ke Marina Bay Sands. Papa, Mama dan Kakak saya main casino disana sementara saya dan adik-adik jalan-jalan muterin mall. MBS ini besar banget, sampai capek jalan kaki ngiterin mall-nya. Lalu kita lanjut makan siang di Foodcourt Mall yang kebetulan saat itu ada syuting acara apa gitu disana kayanya kita ke-shoot juga. Sorenya adik-adik saya minta pulang ke Hotel, tapi saya gak ikut dan malah masuk ke casino dan main slot machine disana. Untung banget, selesai pencet-pencet gak jelas di slot machine itu saya malah dapet $90, lumayanlah buat jajan. Setelah puas main di casino, kita balik ke hotel, tapi sebelumnya kita sempetin beli biskuit di La Cure Gourmande di MBS. Toko biskuitnya antik ala vintage gitu, bagus lah. Biskuitnya sendiri enak-enak, hanya saja harganya emang gak murah.



Malamnya saya ajak mereka makan pakai duit haram hasil main slot machine di McDonalds RWS. Kami berempat makan hanya habis $30 untuk beberapa paket burgers dan chicken wings, murah dan tentunya bikin kenyang. Besoknya kita akan melanjutkan perjalanan ke Malaysia naik travel.


Senin, 13 Maret 2017

Food Review : TGI FRIDAYS

Meskipun saya udah sering banget ke Lippo Mall Puri, tapi baru sedikit sekali restoran disana yang pernah saya cicipi rasa makanannya. Salah satu restoran yang belum pernah saya coba TGI Fridays. Dari luar sih penampilan restorannya menjanjikan ya. Makanan yang dijual pasti makanan barat, karena dekorasinya juga ala-ala western. Pas kita liat menu di depan restoran, ternyata mereka lagi ada promo makan siang, 2 menu + 2 minum dengan harga Rp 120.000an. Meskipun saya dan adik udah makan siang di rumah, akhirnya kita jabanin juga deh promo ini. Jam promonya sendiri terbatas, yang pasti sekitar jam makan siang. Udah deh, kita langsung masuk dan mulai pesan makanan di meja.


The Menu
Quarter Roasted BBQ Chicken
Gak berapa lama setelah kita order, menu pertama kita langsung dihidangkan di atas meja. Isinya ada seperempat ayam panggang berlumur BBQ sauce, onion rings dan mashed potato. Meskipun ayamnya hanya seperempat, tapi ternyata cukup besar ukurannya. Ayamnya wangi, juicy dan manis-manis gitu. Kita minta yang bagian paha tapi malah dikasih yang dada. Tapi it’s okay. Mashed potatonya enak, tapi menurut saya banyak mashed potato yang masih lebih enak dibandingkan ini. Kalau crispy onionnya sih garing banget, bahkan sedikit agak keras menurut versi saya. Rasanya kurang menonjol, lebih enak kalau dicocol sambal botol. Porsi makanan ini cukup besar, yang pasti ngenyangin buat normal person.
Score : 7/10


Fish and Chips
Sebagai penyuka fish and chips, saya tentu pesan menu yang satu ini. Ikan goreng tepungnya enak, gak kalah dari restoran sejenis yang menawarkan fish and chips sebagai menu utamanya. Ukuran ikannya sendiri besar dan tebal, dan masih garing di luar lembut di dalam. Di bawah ikan gorengnya ada timbunan harta karun french fries yang ukurannya besar-besar dan rasanya bikin nagih. Saus tartarnya juga enak, cocok banget sama ikan goreng dan kentangnya. Di mangkok terpisah juga ada saos asam manis, jadi kalau mau makan fish and chips dengan citarasa Asia juga bisa. Dibandingkan Quarter Roasted BBQ Chicken, saya lebih suka fish and chips di TGI Fridays.
Score : 7.5/10


Ice Tea/Mineral Water untuk minumnya

Overall buat penyuka makanan ala barat, TGI Fridays layak banget dicoba. Terutama promo paket lunch-nya karena kita akan dimanjakan dengan citarasa makanan yang enak, porsi yang mengenyangkan serta harga bersahabat. Service-nya sendiri cukup baik meskipun belum yang excellent. Ambiance ruangannya sendiri juga bikin comfy dan cocok buat nongkrong. Will definitely come back again later.

Selasa, 07 Maret 2017

Food Review : MARTABOX

Sebagai salah satu penggemar martabak manis aka terang bulan, saya masih konsisten suka martabak dengan topping yang standar : coklat meses, keju parut dan wijen. Meskipun sekarang kreasi martabak banyaknya bukan main, tapi kalau disuruh beli saya pasti akan merekomendasikan martabak yang normal hehehe. Tapi kemarin beda kasus. Akhirnya saya mencoba martabak manis kekinian dan ini dibayarin juga wkwkwk. Martabak kekinian yang saya makan berasal dari Martabox.
 
Nama Martabox sih sudah sering saya liat di aplikasi Go-FOOD. Kali ini saya pun memesan martabak melalui aplikasi ini, dengan promo Free Delivery alias gratis ongkir, seperti biasa. Gak terlalu lama setelah menekan tombol pesan, order saya diambil oleh Tukang Gojek di sekitar toko martabak. FYI outlet Martabox yang kami pesan ini ada di Jl. Pesanggrahan Raya (Depan Indomaret Seberang Komp. BPPT). No. HP-nya 0812 1277 0802. Bisa ditelepon dulu kalau misal keterangan di app GO-FOODnya kurang lengkap.

Jenis martabak yang kami pesan ada 3. Dua martabak manis dan satu martabak telor.



Black Oreo Cream (Rp 33.500)
Martabak hitam dengan isian remahan oreo dan cream yang manisnya pas. Isian martabaknya sendiri sedikit menurut saya. Ini sepertinya cukup untuk 2 orang saja. Rasanya enak, potongan martabaknya kecil sehingga pas sekali masuk mulut.
Score : 7.5/10


Greentea Ovo Keju (Rp 46.500)
Ini martabak hijau (greentea) dengan isian cokelat ovomaltine dan keju. Greenteanya gak berasa. Kejunya gak banyak, jadi yang berasa ovomaltine-nya. Dibanding yang ini, saya masih lebih suka Black Oreo Cream. Tapi ini enak juga dan sangat layak dicoba. Ukuran potongan yang kecil pas dan olesan margarin/menteganya gak begitu banyak, makan si greentea ovo keju gak cepet buat enek.
Score : 7/10


Tuna 4 Telor (Rp 56.000)
Biasanya kan martabak telor isinya daging ayam atau sapi dan saya lebih prefer daging ayam. Tapi kali ini kita coba yang tuna. Surprisingly rasanya enak, martabaknya padet-padet oleh daging tuna bukan irisan daun bawang seperti di toko martabak lain. Porsi martabak tuna ini juga besar, bisa untuk 4 orang. Enak dan wajib dicoba. Gurihnya pas, renyahnya terasa dan bantet padet. Yummy.
Score : 7.5/10



Aturan makan martabak kekinian menurut saya adalah jangan makan keseringan karena pasti cepet bikin bosen. Selain itu perhatikan olesan mentega/margarin di martabak kita, kalau saya sih selalu diwanti-wanti supaya bilang ke mas-masnya jangan kasih mentega kebanyakan. Gak bagus buat kesehatan. Sekali tiap dua minggu menurut saya timing yang pas banget untuk menikmati martabak kekinian, supaya kita gak cepet bosen dan BB terjaga.

Jumat, 03 Maret 2017

Food Review : SENSE BALLROOM & DINING THEATRE

Awal bulan Februari lalu setelah Imlek, Ama (nenek) saya berulang tahun. Sesuai tradisi keluarga besar kami, biasanya kita akan kumpul-kumpul buat acara makan bersama yang kadang diselingi dengan karaoke. Kali ini acara makan bersamanya dilaksanakan di Sense Ballroom and Dining Theatre. Sebenarnya udah beberapa kali di tahun-tahun sebelumnya acara makannya diadakan disini. Jadi kita udah tau makan meja yang disajikan bakal seperti apa. Kalau di Sun City Luxury Club (LTC Glodok) ada tempat karaokenya, di Sense kita disuguhkan pertunjukkan akrobat sepanjang malam. Pertunjukkan akrobatnya sendiri lumayan bagus, kadang ada penyanyi dan penari juga yang bergantian mengisi panggung. Makanan dan hiburannya bernuansa chinese ya, karena bagaimanapun juga Sense ini Chinese Restaurant. Oh ya, lokasinya ada di Mangga Dua Square Lantai 5.

Di Sense ini, acara kita sistemnya makan meja dimana satu mejanya berisi 10 orang. Paket mejanya sendiri ada berbagai jenis dengan harga berbeda-beda. Kalau yang malam itu saya sendiri kurang paham paket yang mana, karena kita memang diundang sebagai tamu. Yang ngurusin segala macam pernak pernik acara ini adalah anak-anak Ama yang lain (paman, bibi dan sepupu saya). Setau saya, kita bisa cobain tester makanannya sebelum hari H acara.

Total ada 8 makanan yang keluar untuk tiap meja malam itu. Makanannya udah dibagi per orang, jadi gak ngambil makanan dari satu wadah di tengah meja gitu. Pelayannya banyak banget, tapi kemarin agak eror sih, pesen jus apa yang keluar jus apa. Mungkin karena banyak yang order jadi mereka bingung hehehe. So far makanannya enak-enak dan pelayanannya cukup cepat.

Sapo Hisit dgn Scallop Kering dan Ayam

Angsio Teripang dgn Hipiao

Udang Goreng Mayonaise Wasabi dan Tobiko

Ikan Kerapu Macan Dua Rasa - FYI yang digoreng itu tulang dan kulit ikannya. Dagingnya itu yang putih di sebelahnya.

Angsio Iga Babi Ala Jiang Nan dgn Mantau

Mie Goreng Malaysia dengan Telur Puyuh

Mangga Cincau

Semangka Crystal Jelly

Jus Jeruk - ini gak termasuk dalam paket meja ya karena minuman included itu teh cina yang refill. 
Menurut saya, yang paling recommended itu Sapo Hisit Dgn Scallop Kering dan Ayam, Angsio Teripang dengan Hipiao dan Angsio Iga Babi Ala Jiang Nan dengan Mantau. IMHO tiga menu tersebut paling enak dan jadi highlight. Isi Hisit dan daging ayam di saponya banyak banget, sampai bikin saya agak kenyang meskipun ini baru menu kedua yang keluar. Angsio Teripangnya lembut dan kenyal banget dengan saus yang juga cocok dengan hipiao-nya. Angsio Iga Babi-nya lembut banget (masih ada lapisan lemaknya) dan bisa dikunyah dengan mudah, teksturnya juga masih ada. Mantaunya, menurut saya sangat pas dimakan dengan saus coklatnya yang manis.

Overall makan malam kami di Sense Ballroom and Dining Theatre cukup memuaskan dan mengenyangkan. Semoga bisa jadi referensi ya buat readers yang mau buat acara sejenis atau mungkin wedding di tempat ini.

Food Review : ZENBU, HOUSE OF MOZARU

Meskipun Zenbu House of Mozaru ini udah buka cukup banyak cabang di Jakarta (ada di PI, Kokas dll), saya baru kali ini kesampaian untuk nyoba makan disana. Sebenarnya sering lewat sih, tapi gak pernah kepikiran buat mampir karena dari luar kelihatan agak mahal (harganya). Kebetulan kemarin pas jalan-jalan di CP setelah nyoblos Pilkada DKI 2017, kita belum nemu tempat makan yang cocok dan akhirnya adik saya ngusulin buat makan disini yang menurutnya enak. Jadi kita langsung ke restorannya dan masuk dalam waiting list. Gak perlu waktu lama, akhirnya nama kami dipanggil masuk ke dalam.

Zenbu ini (setelah baca di websitenya) mengandung pengertian “completeness in oneself”. Restauran ini menyajikan makanan Jepang modern (yang sudah bercampur budaya western) dengan gizi yang seimbang dan terkontrol sehingga kondisi fisik dan psikis kita terus prima. Jadi intinya adalah makanan Jepang yang modern dan sehat. Modernnya dimana ya? Kalau menurut saya elemen modern-nya itu bisa dilihat dari adanya kandungan keju dan creamy sauce di makanan mereka.

Setelah mengamati menu beberapa saat, kami mulai memesan dan akhirnya terpilih 3 porsi makanan sesuai jumlah kami yang memang 3 orang. Makanan disini sendiri ada banyak jenis seperti Teppanyaki, Furai, Donburi, Mozaru, Sushi, Yakiudon, Ramen, Omurice dan dsb. Harganya ternyata gak mahal-mahal banget, karena makanannya sendiri tersedia dalam beberapa ukuran seperti reguler dan large. Price-wise, masih wajar untuk harga makanan di restoran Jepang di Jakarta. Servicenya sendiri bagus dan cepat, meskipun crowded tapi makanan kita keluarnya cepat. Sekarang kita lihat menu makanan yang kami pesan ya.

Mozaru : karena nama restaurannya sendiri Zenbu House of Mozaru, jadi Mozaru ini wajib kita coba. Kami pesan Salmon Mozaru. Jadi isinya itu ada butter rice dengan beberapa potongan salmon di atasnya, kemudian dilapisi keju Mozarella dan saus spesial mereka (kami pilihnya saus Dynamite). Rasa menu yang satu ini sulit digambarkan dengan kata-kata. Hmm sebenarnya ada satu kata sih yang pas, ENAK. Hanya saja potongan salmonnya menurut saya kedikitan, syukur nasinya enak banget jadi makan nasinya aja udah bisa meski salmonnya habis duluan. Overall ini hao che dan wajib dicoba.
Score : 7.5/10


Pasta : Untuk pastanya kami coba yang Chicken Katsu sesuai rekomendasi waiter disana. Pastanya lembut dengan creamy sauce yang enak, pada beberapa suapan pertama saja wkwkwk. Jujur aja di antara semua yang kita pesan, pasta ini paling cepet bikin enek dan paling susah ngehabisinnya juga. Menurut saya katsu-katsu gituan gak pas kalau dicampur creamy sauce, cepet buat enek. Mungkin beda orang bisa beda selera ya…bisa jadi.
Score : 6/10


Modanyaki : ini sejenis mie goreng khas jepang yang bagian atasnya dilapisin telur dadar dan saus spesial khas Zenbu. Untuk mie-nya sendiri bisa dikasih berbagai macam topping seperti chicken, beef, salmon, mushroom dsb. Saya waktu itu pilih yang Salmon dengan porsi Large. Ternyata porsinya memang besar dan bisa di-share untuk up to 3 orang. Soal rasa, mie goreng jepang umumnya manis, saya suka banget. Topping salmonnya gak banyak tapi mie-nya banyak bener, gak balance ya wkwkwk. Meskipun mie-nya manis dan saus di atas telur dadarnya juga agak manis, perpaduan ini gak gitu bikin enek. Overall ini juga boleh dipesen bagi pecinta mie goreng jepang.
Score : 7/10


Total bertiga habis Rp 270.000 net. Itu udah termasuk pesen minum tea chamomile, masih sangat reasonable harganya.


Ada biskuitnya gitu di samping cangkir tehnya. Lumayan
Coming back on the next visit to CP? Maybe yes but I’m gonna try another dish and exclude those creamy-pasta-with-kastu things from my list.


Rabu, 01 Maret 2017

Food Review : PISANG GORENG MADU BU NANIK

Pulang dari Central Park Mall, saya dan kakak lewat jalan Tanjung Duren sengaja buat beli Pisang Goreng Madu Bu Nanik. Toko pisang goreng ini udah ada disini sejak tahun 2007, letaknya ada di satu jalan dengan KFC Tanjung Duren (menuju arah pasar Kopro). Hal yang unik dari Pisang Goreng Madu Bu Nanik ini adalah banyak banget tukang Gojek yang beli pisang disini. Karena sudah tersedia di GO-FOOD, jadi buat yang mau coba bisa lewat aplikasi aja, gak perlu datang ke tempatnya langsung. Kebetulan karena kami baru main di sekitar sini, pulangnya jadi bisa mampir buat beli dan bawa pulang untuk orang rumah.

Facade Pisang Goreng Madu Bu Nanik

Meskipun yang diusung adalah pisang goreng madu, tapi yang dijual disini gak hanya pisang saja. Ada Nasi Bakar, aneka gorengan lain yang freshly fried (Ote-ote, Kampi Ayam, Tahu, Risoles, Nanas Goreng, Nangka Goreng, Sukun dsb) hingga aneka keripik dan sambal juga tersedia. Untuk pembelian, disini sistemnya kita harus ke bagian kasir dulu sebutin apa yang mau dibeli, bayar, dikasih struk dan ngambil makanan di bagian depan toko. Buat yang pertama kali beli pasti agak bingung, apalagi kalau mau beli keripik/sambelnya juga.

Ini tempat bayarnya, antriannya cukup panjang karena decision-making mau beli apa itu di kasirnya..orang biasa agak lama mikirnya kecuali driver gojek yang biasa udah tau mau beli apa

Ini tempat ambil makanannya, pakai nomor urut..

Gorengan yang kita beli ada beberapa jenis : pisang goreng madu (5 buah), nangka goreng (2 buah), singkong goreng (1 buah), ote-ote (3 buah), kampi ayam (3 buah) dan satu bungkus keripik. Total semuanya Rp 80.000. Harga gorengannya per buah sekitar Rp 5.000-6.000 dan untuk beberapa jenis gorengan yang pakai daging, harganya lebih mahal.   


Saat kita mau ambil pesanan di bagian depan toko, saya sempat mengamati/observasi tukang Gojek yang pesan pisang disini. Setelah mereka dapet pisang gorengnya, mereka disuruh nulis identitas mereka di buku dan dikasih snack sejenis Chocolatos sebiji. Analisa saya, mungkin pihak manajemen Pisang Goreng Madu Bu Nanik ini agak kasian sama tukang gojeknya, makanya mereka inisiatif kasih snack buat para tukang gojek yang rela menunggu panas-panasan buat beli pisang. Bagaimanapun juga, dengan hadirnya gojek/gofood, rumah makan/toko camilan seperti Pisang Goreng Madu Bu Nanik ini pasti mengalami kenaikan jumlah order. Ada satu lagi sih yang cukup lucu dan mungkin ini alasan kenapa tukang gojeknya dikasih Chocolatos. Di bagian tester (yang biasa konsumen boleh icip-icip buat tahu rasanya), ada tulisan “Maaf, bukan untuk cemilan driver Go-Jek. Mohon Pengertian-nya. Terima kasih.” So, sebagai kompensasi supaya testernya gak dimakan driver Go-Jek, jadinya pihak manajemen sediain Chocolatos sebagai pengganti.

Perihal rasa, sebenarnya ini lebih ke selera orang ya. Saya sih suka sama pisang goreng madunya, makan 2 buah sekaligus pun bisa. Tapi pas saya bawa pulang dan orang rumah (papa saya) makan, baru satu gigitan aja dia udah gak mau makan dan bilang rasanya gak enak banget. Papa juga sempat nanya sebelumnya kenapa pisangnya item-item gini. Buat orang generasi tua seperti orang tua saya, makan makanan beginian mungkin terasa sedikit aneh atau gak layak dimakan. Mungkin lain kali akan saya bawakan nanas/nangka/singkong/sukun goreng aja yang warnanya gak keitem-iteman seperti pisangnya.

Ote-ote (bakwan udang). Dari penampilan emang meyakinkan, tapi rasanya IMHO kurang ok karena tekstur bakwannya tebal dan lembek

Kampi Ayam, ini enak meskipun ukurannya gak seberapa besar

Pisang Goreng Madu yang legendary itu...sebenarnya saya juga ga yakin item-item gini baik atau engga kalau dikonsumsi terus dalam jangka panjang

Overall, camilan disini enak-enak dan harganya juga lumayan murah alias affordable. Rekomendasi saya sih Pisang Goreng Madu dan Kampi Ayam. Makanan lain yang harus dicoba yaitu Nanas Goreng (kemarin belum digoreng makanya gak kebeli) dan Sukun Goreng (ini jarang di tempat lain, rasa sukun itu mirip roti makanya disebut breadfruit). Lain kali juga pengin coba Nasi Bakar-nya karena kelihatan enak.

Nasi Bakar aneka rasa, harganya Rp 20.000 kecuali rasa Rendang dan Udang Pete (Rp 25.000)

Other Posts